10.18.2011



Tersungkur dalam Sujud (Renungan diri)




Waktu terus berganti…detik berganti menit..menit berganti jam…jam berganti hari…hari berganti minggu…minggu berganti bulan…bulan berganti tahun…tahun berganti abad…abad berganti milenium…dst
Demikianlah kehidupan berputar…ada sang pengatur yang maha sempurna mengendalikan perputaran waktu yang sempurna ini.. di ciptakannya dalam kehidupan ini berpasang-pasangan, untuk saling melengkapi dalam kehidupan yang fana. laki-laki berpasangan dengan perempuan… siang berganti malam… hujan berganti panas… ada atas ada bawah… ada kanan ada kiri…ada muka ada belakang… ada…
Begitupun kenyataan kehidupan yang kita terima, ada bahagia ada sengsara… Ada puas ada kecewaa… ada sukses ada gagal…
Rotasi kehidupan begitu sempurna… adakah kita ingkar atas segala nikmat ini… ada kita meragukan kesempurnaan yang tergambar,  termaknai secara jelas dalam proses langkah tapak kaki kita, adakah kita begitu angkuh dengan setiap gelagat dengan mengedepankan simbol keakuan.
Bila ya, tidakkah ada baiknya kita menundukan sejenak wajah,,, melepas setiap beban yang melilit… merefleksi kembali proses perjalanan yang panjang… dan bertanya adakah keajaiban atas perjalanan yang sudah aku lalui?, tidakkah ada “tangan tak terduga” yang kita sadari dari proses panjang yang kita jalani?
Sejenak mata mengarahkan pandangan ke atas melihat ribuan bintang yang berkilau… bulan yang sangat sempurna memancarkan cahaya menerangi kehidupan… sejenak merasakan hembusan angin yang merasuk sum-sum tulang menyegarkan… mengalihkan pandangan melihat laut yang biru, gunung yang menjulang tinggi, air yang mengalir deras di sungai bergerak perlahan. Adakah ya tercipta sendiri.
Akh pertanyaan-pertanyaan itu membuat hati ini terbawa alunan getar melodi keindahan alam yang alami.. semakin merasuk jiwa dan membuat diri ini tersungkur dalam sujud… Ya Allah betapa hamba telah Aniaya… ya Allah betapa hamba banyak melakukan kebodohan… betapa hamba begitu angkuh…
Dan perlahan-lahan ketenangan menyusuri setiap sudut jiwa… menerangi hati yang sekian lama gelap.


*sumber: webside





Tidak ada komentar: